Ini Ajaran Rasulullah SAW Hadapi Wabah Serupa Virus Corona

pelajarit.com – Doa dan harapan pada Allah SWT memang menjadi senjata menghadapi berbagai masalah, termasuk pandemi virus corona. Namun hanya berdoa tidak cukup untuk mencegah atau mengatasi infeksi COVID-19, yang kasusnya masih terus meningkat di seluruh dunia.

Sosiolog Dr Craig Considine menjelaskan, Nabi Muhammad SAW telah memberi contoh pentingnya usaha selain doa. Usaha maksimal ditambah doa akan memberi hasil terbaik dibanding hanya melakukan salah satunya.

Dalam tulisannya yang dimuat di Newsweek, sosiolog dari Department of Sociology di Rice University ini merujuk pada salah satu hadits yang diceritakan Anas bin Malik. Hadits ini berderajat hasan namun sangat relevan dengan kondisi umat Islam.

قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْقِلُهَا وَأَتَوَكَّلُ أَوْ أُطْلِقُهَا وَأَتَوَكَّلُ قَالَ ‏ “‏ اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ ‏”‏

Artinya: Anas bin Malik menceritakan seorang laki-laki yang berkata, “Ya Rasulullah SAW, apakah aku harus mengikat untaku dan bertawakal pada Allah SWT atau melepaskannya dan bertawakal pada Allah SWT?” Rasulullah SAW berkata, “Ikat untamu dan bertawakal pada Allah SWT.” (HR At-Tirmidzi).

Menurut Dr Considine, Nabi Muhammad SAW memotivasi umatnya selalu berharap dan meminta pertolongan dari Allah SWT. Namun seseorang harus berusaha demi kesehatan, keselamatan, dan kondisi yang lebih baik. Doa dan usaha akan berdampak baik pada muslim dan lingkungan sekitar.

Terkait wabah virus corona yang dihadapi dunia saat ini, Dr Considine menekankan pentingnya usaha mengikuti saran para ahli kesehatan seperti Dr Sanjay Gupta atau Dr Anthony Fauci. Keduanya mengatakan, menjaga kebersihan dan karantina adalah upaya pencegahan terbaik untuk menekan risiko infeksi virus corona.

Usaha karantina telah dilakukan Nabi Muhammad SAW menghadapi wabah penyakit yang menyerang. Tentunya Nabi Muhammad SAW tidak menggunakan istilah karantina atau isolasi seperti saat ini. Karantina dan isolasi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ditulis dalam sebuah hadits,

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).

Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya memisahkan mereka yang sehat dan sakit. Ilmu pengetahuan membuktikan, memisahkan yang sehat dan sakit menekan risiko penularan termasuk untuk virus corona.

Bagi orang yang terlanjur sakit, Nabi Muhammad SAW mengingatkan jangan menyerah mencari obatnya. Tindakan medis dan menuruti saran dokter menjadi sarana muslim untuk sembuh, selain terus berdoa pada Allah SWT. Berikut hadits yang menyatakan tiap penyakit sesungguhnya ada obatnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً ‏”

Artinya: Diceritakan Abu Huraira, Rasulullah SAW mengatakan, “Tidak ada penyakit yang Allah SWT ciptakan, kecuali Allah SWT telah menciptakan obatnya.” (HR Bukhari).

Jika dirasa artikel ini sangat menarik dan membantu, kalian bisa bantu share artikel ini ke akun media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya. Sekian dan terima kasih atas kunjungan kalian.

About Henri

Check Also

Harga dan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 10 5G 2021

Harga dan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 10 5G 2021

Pelajarit.com– Hallo sobat setia pelajarit, jumpa lagi nih bersama admin yang selalu setia menemani kalian, …