}

Potensi Asuransi Jiwa Yang Perlu Diketahui di 2021

Potensi Asuransi Jiwa Yang Perlu Diketahui di 2021

PelajarIT.com – Seperti yang diketahui, industri asuransi mengalami penurunan akibat masa pandemi Covid-19. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengatakan bahwa momen yang tepat mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi atau digital.

Pendapatan premi asudarnsi umum turun hingga Rp 4,02 triliun menjadi Rp 53,87 terliun, data ini di ambil dari bulan September, tahun 2020.

Tercatat pendapatan terbesar dari premi harta benda sebesar Rp 14,26 triliun dan kerndaraan motor Rp 11 triliun.

Dody Dalimunthe selaku direktur Eksekutif AAUI mengatakan penurunan pendapatan perusahaan asuransi dikarenakan daya beli masyarakat dan profit usaha dari perusahaan.

Dalam pantauannya, industri asuransi mengalami rata-rata penurunan. Lebih buruk dari penundaan, potensi premi keuangan tergantung pada kualitas aset yang diperkenankan (admitted asset).

Dody Dalimunthe juga mengatakan penjualan produk asuransi mengalami hambatan yang signifikan karena pembatasan interaksi.

“Ini dapat berdampak kepada silent risk bagi asuransi karena harus dipastikan pemeliharaan mesin-mesin pabrik. Hal itu agar tidak mengalami kerusakan karena didiamkan. Asuransi kendaraan bermotor berpotensi menurun karena manufaktur mengurangi produksi. Hal ini berdampak juga kepada kualitas premi asuransi yang bersumber dari perusahaan multifinance,” jelasnya kepada SINDOnews, Selasa (9/2/2021).

Resio klaim berpotensi mengalami kenaikan yang mengakibatkan pembandingan premi menurun. Beberapa sektor bisnis perlu diwaspadai, seperti klaim asuransi kreddit.

“Dengan demikian, secara umum di tahun 2021 premi asuransi umum masih mengalami kontraksi dibandingkan rata-rata sebelum pandemi Covid-19. Namun, AAUI optimistis bahwa ada pertumbuhan di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020,” lanjut Dody Dalimunthe.

Selain itu Dody Dalimunthe umumnya perlu melakukan riset terhadap lini usaha masing-masing. Ini bisa terlihat dari potensi loss ratio, dan itu arus dikurangi serta dihindari.

“Ini waktunya untuk mengimplementasikan teknologi dalam proses bisnis asuransi, mulai dari desain produk, pemasaran, sampai penanganan klaim. Manfaat produk asuransi juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” akhir pungkasnya direktur Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

You May Also Like

About the Author: pelajaritgosultan

Leave a Reply

Your email address will not be published.