Skip to main content

Cara Konfigurasi Routing Static Di Packet Tracer Terbaru Lengkap

Cara Konfigurasi Routing Static
Cara Konfigurasi Routing Static – yoo.. selamat dating kembali para pembaca setia blog ini, kali ini admin blog ini akan membagikan tutorial routing menggunakan software atau aplikasi kebanggan anak TKJ yaitu Packet Tracer.

Yang belum tau apa itu Packet Tracer, nahh software ini biasa diigunakan untuk mendesign sebuah jaringan, baik itu jaringan yang bersekala kecil sampai jaringan yang bersekala besar. Bagi orang yang bergelut di bidang jaringan, software ini tentu saja sudah tidak asing bagi mereka.

Selanjutnya kita akan membahas apa itu routing, routing adalah kegiatan menghubungkan dua buah jaringan atau lebih dengan network yang berbeda. Pada packet tracer ada dua cara yang biasa digunakan untuk konfigurasi routing.

Cara yang pertama adalah dengan cara static atau manual, nahh dengan cara konfigurasi routing static atau manual ini kita mengisi Network dan Next Hop-nya secara manual. Berbeda dengan cara otomatis atau RIP.

Cara RIP (Routing Information Protocol) ini sangat mudah, yakni hanya memasukkan semua network address pada jaringan yang anda buat ke table yang telah disediakan.

Namun pada artikel kali ini admin akan mengkhususkan untuk membahas mengenai Konfigurasi Routing secara manual atau static saja. Kelebihan menggunakan cara static ini saya rasa adalah agar pemahaman mengenai routing anda atau kita semua menjadi lebih baik lagi.

Oke, tanpa basa-basi lagi.. mari kita lanjut saja ke pokok inti pembahasan mengenai Cara Konfigurasi Routing Static. Oo iya.. sebelum itu silahkan anda sediakan atau download terlebih dahulu software Packet Tracer-nya anda bisa searching di Google untuk mendownloadnya.

Setelah anda download silahkan anda install softwarenya terlebih dahulu kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini.

Saya menggunakan Cisco Packet Tracer 2017. Kalo anda bisa atau menemukan versi terbarunya yaa tidak apa apa karena saya tidak pernah mengupdate packet tracer saya, untuk caranya sama saja.

Cara Konfigurasi Routing Static

Menampilkan Port Label

Port label ini adalah keterangan mengenai port mana yang anda gunakan dalam menghubungkan kabel pada perangkat anda. Sebenarnya cara ini tidak apa-apa bila anda skip, tapi saya sarankan untuk anda lakukan agar anda tidak bingung nantinya pada tahap konfigurasi

Cara menampilkan port label adalah : klik menu Options pada Packet Tracer kemudian pilih Preferences atau anda bisa menggunakan shortkey CTRL+R. Setelah itu berikan centang pada Always Show Port Labels

Cara Konfigurasi Routing Static

 

Mendesign Jaringan

Langkah selanjutnya adalah mendesign jaringan sesuai yang anda inginkan, anda bisa mengikuti jaringan yang saya design atau anda bisa membuat sendiri. Pada Topologi atau Design jaringan saya kali ini saya menggunakan 3 router, 4 komputer sebagai client, dan 2 buah switch.

Untuk routernya saya menggunakan Router-PT dengan hostname Router 6, Router 7, dan Router 8. Untuk komputer client saya menggunakan PC-PT dengan hostname PC 8 s.d PC 11. Nahh untuk kabelnya anda bisa menggunkan yang otmatis saja atau yang menggunakan gambar petir.

Untuk lebih jelas lagi selahkan anda perhatikan gambar berikut ini. Gambar ini merupakan gambar topologi yang saya buat sesederhana mungkin agar anda lebih cepat memahaminya.

Cara Konfigurasi Routing Static

Silahkan anda perhatikan dengan seksama dan teliti pada gambar topologi tersebut. Naahh untuk penggunaan ip addressnya saya menggunakan ip kelas C karena saya menggunakan topologi jaringan bersekala kecil.

Anda bisa menggunakan ip address sesuai kenginan anda, atau anda juga bisa mengikuti ip pada topologi yang saya buat di atas.

Tahap Konfigurasi Router Dan Client

Nah, sekarang kita masuk ke tahap konfigurasi Router dan client. Hal yang pertama yang harus anda lakukan adalah mengkonfigurasi komputer client anda menggunakan ip address yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk caranya adalah silahkan anda klik pada PC-Client anda, kemudian pindah ke tab menu Desktop kemudian pilih menu ip configuration. Nah disini silahkan anda centang Static kemudian tulis ip address dan subnetmask beserta gateway sesuai jaringan tempat si Client ini terkoneksi.

Cara Konfigurasi Routing Static

Pada contoh diatas ip address yang saya berikan pada PC 8 adalah 192.168.1.2 karena PC 8 berada pada network 192.168.1.0/24 dan berada pada Router 6. Silahkan anda sesuaikan dengan topologi anda sendiri. Lakukan langkah yang sama pada PC 9 dst.

Kemudian untuk mengisi ip address pada router, silahkan anda klik pada router anda. Disini saya mengkonfigurasi Router 6 terlebih dahulu kemudian pindah ke tab menu CLI , perhatikan gambar berikut ini..

Cara Konfigurasi Routing Static

 

Berikut ini adalah keterangan dari perintah-perintah di atas.

  • En          = enable atau memasuki hak akses si router ini
  • Conf t    = mengaktifkan mode konfigurasi router
  • Int f0/0  = masuk pada salah satu interface atau port label (f0/0 adalah singkatan dari fastethernet 0/0)
  • No sh     = untuk mengaktifkan atau menghidupkan router
  • Ip add    = untuk memberikan ip address pada router
  • Ex          = perintah untuk keluar dari salah satu interface
Lakukan langkah yang sama pada semua Router, dan untuk mengisi ip address pada port serial caranya sama pada port fastethernet diatas. Silahkan masuk ke interface serial 2/0 (sesuaikan dengan port yang anda gunakan)

Caranya adalah dengan mengketik perintah #int s2/0 kemudian lakukan konfigurasi ip address seperti cara atau gambar di atas. Jangan lupa tambahkan Clock rate dengan perintah #clock rate 64000 setelah itu lakukan langkah yang sama pada Router 7 dan 8.

Cara Konfigurasi Routing Static

Nah untuk konfigurasi routing, silahkan anda ketikkan perintah #ip route “network ip tujuan” “subnetmask ip tujuan” “ip jalan masuk” . ketikkan perintah tersebut  pada masing masing Router, berikut contoh ip route dari topologi saya.

Cara Konfigurasi Routing Static

Cara Konfigurasi Routing Static

Cara Konfigurasi Routing Static

Silahkan anda pahami maksud dari gambar di atas. Konfigurasi routing pada gambar di atas adalah berurutan dari Router 6 – 8.

Melakukan Tes Koneksi

Langkah terakhir setelah semua konfigurasi selesai adalah melakukan tes koneksi dengan menggunakan perintah ping. Silahkan coba anda lakukan ping dari PC 8 ke PC 11 jika koneksi antara PC 8 dan PC 11 sudah terhubung, maka routing anda sudah berhasil.

Namun jika antara PC 8 dan PC 11 masih Request time out atau destinations host unreachable berarti routing anda belum berhasil. Silahkan cek kembali konfigurasi routing anda dan perbaiki kesalahnnya.

Penutup

 

Nah mungkin sekian dulu artikel mengenai cara konfigurasi routing static menggunakan aplikasi Packet Tracer, terimakasih karena telah berkunjung pada blog ini. Jangan lupa share artikel ini jika artikel ini bermanfaat bagi anda.

Namun, bila anda masih kurang paham atau masih bingung dengan artkel tutorial ini silahkan anda berkomentar pada komentar kolom komentar yang telah disediakan dibawah. Teruslah berkunjung ke blog ini karena setiap hari akan ada artikel menarik yang akan dibahas. Sekian dulu Wassalam, dan salam para PelajarIT.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar